Jumat, 10 September 2010

Buku Bekas di Medan

Bila melihat lokasi penjualan buku bekas di Medan ini, saya jadi teringat pasar Senen di Jakarta yang menjual berbagai buku kuliah saya dulu. Buku-buku bajakan yang murah meriah dikantong mahasiswa, walau begitu toh isi buku itu tetap sama. Di Medan ini, tidak hanya buku-buku anak kuliah saja yang dijual, tetapi juga buku anak sekolah. Saat saya meliput ini, saya mewawancara sekelompok anak SMA yang sedang membeli buku ditempat tersebut. Menurut mereka, harga buku yang dijual memang separuh harga toko.

BUKU BEKAS - Sejumlah warga sedang berburu buku bekas di Lapangan Merdeka Medan (Tribun Medan/Danang Setiaji)

Bedanya, pasar buku di Medan ini mendapatkan buku-buku bekasnya dengan cara membeli dari siswa ataupun mahasiswa yang sudah lulus. Berikut adalah hasil laporan saya mengenai buku bekas disana :

Buku Bekas di Lapangan Merdeka Medan Jadi Incaran
Laporan Wartawan Tribun Medan/Danang Setiaji

Tahun ajaran baru membuat Pasar Buku Bekas di Lapangan Merdeka Medan menjadi incaran para siswa. Harga buku cetak baru yang mahal membuat Dila, Widya, dan Nisa berburu buku pelajaran di Pasar Buku Lapangan Merdeka, Medan. Mereka mengatakan harga buku yang dibeli bisa separuh harga jika dibandingkan dengan beli di sekolah atau toko buku resmi.

"Di sini 74 ribu bisa dapat tiga buku. Kalau beli di sekolah hanya dapat satu buku," ujar Dila, Senin (12/7/2010). Senada dengan Dila, Widya juga mengatakan membeli buku di Lapangan Merdeka Medan habis Rp 400 ribu. Beda jauh bila membeli di sekolah yang bisa mencapai Rp 700 ribu.


Seorang pedagang buku bekas, Wauban (45) mengatakan, dirinya mendapat buku-buku bekas dari murid-murid yang naik kelas. Ia sudah berjualan buku selama 25 tahun. Selain menjual buku sekolah, buku untuk perguruan tinggi juga dijual di kawasan Lapangan Merdeka Medan. Wauban menambahkan, dirinya sudah hapal kapan tahun ajaran baru anak sekolah dan perguruan tinggi.

"Kalau yang dijual buku baru, bedanya paling lima persen dari di toko. Kalau buku bekas memang sampai 50 persen," ujar Wauban.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar