Kamis, 09 September 2010

Oleh-oleh Medan

Tanggal 7 Juli 2010, saya jalan-jalan ke jalan Mojopahit, Medan. Disana adalah pusat oleh-oleh khas Medan. Mulai dari Bika Ambon, Bolu, Lapis Legit, dan Marquisa. Saya kesana mencari sendiri apa oleh-oleh baru disana yang belum pernah dipublikasikan. Sepanjang jalan Mojopahit, berjejer toko yang menjual Bika Ambon dan Marquisa. Ya, kedua barang itu mudah sekali didapat di jalan ini. Sampai akhirnya saya mampir ke toko Joya Bakery & Cakes, disana saya melihat puding alpukat, yang menurut saya adalah hal yang baru.
Karena penasaran, saya coba tanya ke pemilik toko mengenai puding alpukat tersebut. Ternyata harga puding itu cukup terjangkau, hanya 20 ribu sudah bisa membawa sekotak puding tersebut. Dibawah ini adalah hasil laporan saya mengenai puding tersebut :



Puding Alpukat, Oleh-Oleh Khas Medan Yang Baru
Laporan: Danang Setiaji

Puding alpukat, oleh-oleh baru khas Medan (Danang Setiaji)  


Medan - Aroma lembut esen alpukat, manis, dan dingin bercampur menjadi satu, saat saya mencicipi puding alpukat, di toko Joya Bakery & Cake, Jl Majapahit No. 96 H Medan, Selasa (06/07). Teksturnya yang indah, kenyal dan halus, mirip dengan bolu gulung, menjadikan puding alpukat layak menjadi oleh-oleh baru khas kota Medan.
Kawasan Jalan Mojopahit, sangat terkenal sebagai pusat oleh-oleh khas kota Medan. Beragam oleh-oleh dijajakan, seperti Bika Ambon, Lapis Legit, Bolu Gulung, sampai Marquisa. Bagi saya, banyaknya toko yang menjual produk sejenis membuat barang tersebut sepertinya sudah umum untuk dijadikan oleh-oleh. Saya pun mencoba oleh-oleh baru khas Medan yakni puding Alpukat.

Niat untuk mencari oleh-oleh yang lain dan unik menjadi tujuan. Toko yang menjual makanan yang berbeda untuk dijadikan oleh-oleh, saya temukan di kawasan itu. Menjejakkan kaki di toko Joya Bakery & Cakes, mata saya tertuju pada jenis makanan yang dijajakan, yaitu adanya menu baru puding alpukat.

Saya bertanya kepada pemilik took, Hengky (52), mengenai puding alpukat tersebut. Ia menjelaskan kalau puding alpukat, satu  makanan khas baru untuk dijadikan oleh-oleh. Bahan pembuatannya juga tidak sulit, seperti gula merah, santan, dan tentunya buah alpukat itu sendiri. Sayang pemilik toko enggan menjelaskan cara pembuatannya, ia hanya mengatakan kalau bahan-bahan tersebut dimasak terpisah.

Penasaran juga sih, saat Hengky menjelaskan puding alpukat yang lunak itu mampu bertahan di hawa panas selama 5 jam. Oleh karena itu ia tidak ragu mengatakan kalau puding alpukat dapat dijadikan sebagai oleh-oleh.

Saya pikir pantas saja pudding ini dijadikan oleh-oleh. Harga puding alpukat ini juga tidak mahal. Cukup dengan merogoh 20 ribu rupiah sudah bisa membawa sekotak puding alpukat.
Tak heran kalau toko ini biasa ramai didatangi pengunjung. Pengunjung yang datang biasanya dari Jakarta, Padang, Aceh, dan Surabaya. Dalam sehari pengunjung yang datang bisa 50 sampai 100 orang untuk membeli oleh-oleh.

Toko Joya Bakery & Cakes dikelola oleh pasangan suami istri, Hengky (52) dan Lina (44), yang merintis usaha sejak muda. Dari usaha industri rumahan, usahanya berkembang dan dikelola secara professional. Melihat potensi larisnya, puding alpukat ini sudah mulai diminati pengunjung kota Medan. Tak salah saya membelinya sebagai oleh-oleh. Anda juga bisa mencicipinya bila singgah ke Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar